Hukum Hak Cipta Manga Akan di Perketat Mulai 2021

Baru-baru ini pihak Parlemen Jepang telah memberlakukan usulan undang-undang hukum hak cipta yang direvisi. Guna memperluas hukum bagi mereka yang melanggar hukum tentang mengunduh manga, majalah atau karya akademis secara ilegal. Undang-undang revisi ini akan berlaku aktif pada 1 Januari 2021. Dalam revisi ini juga melarang “situs leeching” atau situs yang mengumpulkan dan memberikan hyperlink ke media bajakan mulai tanggal 1 Oktober 2020.

Dalam rapat kabinet pada 10 Maret 2020 lalu, mereka menyetujui RUU tentang hukum hak cipta yang di perbarui dan menjurus ke konten manga dan majalah. Setelah sebelumnya UU ini hanya mencangkup pengunduhan musik dan video secara illegal saja.

Hukum Hak Cipta

Dalam revisi ini sendiri, tidak akan menghukum orang yang mengunduh karya derivatif seperti doujin, fanpict atau parodi. Serta masih di perbolehkan mengunduh beberapa panel dari sebuah manga dan memposting foto dimana manga bukan fokus utamanya.

Hukuman untuk pelanggar UU ini adalah :
  • 2 tahun penjara atau denda 2 juta yen (Rp. 260.000.000,-)
  • Atau keduanya
Sementara untuk situs leecing adalah :
  • 5 tahun penjara atau denda 5 juta yen (Rp 650.000.000,-)
  • atau keduanya

Selain itu ada pula pelarangan untuk memasang hyperlink ke situs ilegal di imageboard atau membuat aplikasi leeching.

Sebuah subkomite Badan Urusan Kebudayaan Jepang juga menyepakati rencana untuk membuat UU komprehensif yang melarang semua praktik mngunduh ilegal dari internet. Draf rencana ini sudah di ajukan pada Febuari 2019 lalu, namun di tolak karena beberapa kritikus beranggapan, peraturan yang terlalu ketat akan menghambat kebebasan berekspresi pengguna internet. Dan akhirnya usulan ini masih di pengecualikan.

.

.

** Sumber = 12 **

Like and Share

Tinggalkan Balasan