Akibat Corona Potensi Perceraian di Jepang Meningkat

Dampak dari wabah Corona sangatlah bermacam-macam, bukan hanya untuk pekerjaan, namun juga untuk kehidupan sosial secara umum. Salah satu cara menangani wabah ini adalah dengan penerapan Work for Home atau bekerja dari rumah. Namun penerapan WFH ini justru meningkatkan potensi perceraian di kalangan rumah tangga di Jepang.

Kenapa demikian, karena anggota keluarga atau pasangan yang biasanya bisa bertemu di saat akhir pekan saja, sekarang justru bertemu setiap hari. Hal ini akan menimbulkan siklus yang biasanya stabil berubah ke arah yang tidak terduga, dan salah satu arah tersebut adalah pertengkaran yang akhirnya menimbulkan perceraian.

Potensi Perceraian

Atsuko Akano seorang peneliti tentang pernikahan di Jepang menjelaskan “Saat penyebaran masalah sosial terjadi, hubungan yang stabil pada fase sebelumnya dapat berkembang ke arah yang tak terduga”. Tak hanya untuk masalah Covid-19 ini saja, bencana besar lain di Jepang juga sering menimbulkan masalah yang sama, seperti Tsunami Tohoku pada tahun 2011 dan Gempa Bumi di Jepang yang memang sering terjadi.

Dalam kasus ini Rumah Tangga Eiko bisa menjadi contoh, Suaminya yang seorang IT di sebuah perusahaan dengan adanya fenomena ini terpaksa harus bekerja dari rumah. Perubahan ruang lingkup rumah tangga setiap harinya pun ikut berubah.

Seperti :
  • Suaminya yang mulai menguasai ruangan keluarga untuk di jadikan tempat bekerja.
  • Mencoba memasak sendiri dan bertanya perihal makanan yang biasanya sang istri semuanya yang urus.
  • Siang hari yang tenang berubah dengan banyaknya pertanyaan dari suaminya yang biasanya bekerja.

Contoh dari keluarga Eiko ini merupakan salah satu contoh yang membuat potensi perceraian di Jepang meningkat. Di Jepang sendiri terdapat tagar #CoronaDivorce yang semakin banyak di bicarakan. Ada beberapa pengguna twitter yang berkata seperti di bawah :

今流行りのコロナ離婚。
夫はとっくにテレワークになっているのだけど、私もそうなったら他人事ではなくなるかも(ง⁎˃ ᵕ ˂ )ง⁾⁾
さすがに24時間1ヶ月近く毎日一緒はキツイっすー笑#コロナ離婚

— E٩(๑❛ᴗ❛๑)۶K (@skke__) April 14, 2020

“Mengenai tren perceraian corona, suamiku kini tengah bekerja secara jarak jauh. Jika harus melakukannya juga, kami tidak akan memiliki waktu personal. Ini akan sulit jika selalu bersama 24/7 selama sebulan penuh.”

リモートワークや外出自粛要請を食らった事で
「何もしていないのに妻がイライラしている」
って男性を見かけるんだけど
君達何一つわかってないね
「何もしない」から「イライラされる」んだよ

#コロナ離婚

— R会長 (@Renochanz) April 13, 2020

“Saya sering melihat laki-laki yang diperintahkan untuk bekerja secara jarak jauh yang menulis ‘Istriku marah kepadaku walaupun aku tidak melakukan apa-apa.’ Tidakkah kau mengerti semuanya! Istrimu marah itu karena kamu TIDAK melakukan apa-apa.”

Gaya kehidupan di dalam wabah yang mendunia ini merubah banyak persepsi masyarakat tentang segala sesuatu sebelumnya. Seperti dalam kasus rumah tangga ini kita di buka bagaimana seharusnya kita bersikat dalam rumah tangga bersama pasangan. Tak lepas dari itu sebelum memutuskan hidup bersama juga harus setidaknya memikirkan apa yang akan mereka lakukan nantinya atau bagaimana kehidupan rumah tangga mereka.

Berikut sedikit saran dari kami buat kalian yang sudah berumah tangga atau akan menjalin hubungan serius :

  • Bagaimana seharusnya seseorang memilih pasangan hidup mereka.
  • Mengetahui setiap kekurangan mereka dan bisa menerimanya.
  • Memiliki tujuan yang sama dan komitmen untuk mencapainya.
  • Tidak terbawa arus kasmaran yang tidak jelas.
  • Mengenal bukan hanya pasangan tapi juga diri sendiri.

Semoga di tengah wabah ini kita selalu di berikan ketabahan dan kekuatan. Semoga wabah ini berakhir di bulan ini.

.

.

** Sumber **

Like and Share

Tinggalkan Balasan