400 Miliar Rupiah Melayang, EA Jadi Korban Pembobolan Data Setelah CD Projekt Red

Gamer mana yang tak pernah mendengar nama Electronic Arts? Perusahaan yang akrab disebut dengan EA dan sering membawa kontroversi di dunia gaming seolah tak pernah kehabisan sorotan. Namun kali ini, EA menjadi korban dari pembobolan yang dilakukan oleh oknum hacker. Di ketahui kalau taksiran kerugiannya mencapai 400 miliar rupiah.

Dilansir dari BBC.com, 780 GB data yang berhasil dicuri berisikan data-data penting, seperti source code FIFA 21 dan Frostbite Engine, yang digunakan sebagai basis untuk game-game terkenal dari EA lainnya. Namun EA mengungkapkan bahwa tidak ada data dari pemain yang dicuri.

Situs Bleeping Computer, sebuah situs ternama dalam segmen teknologi berhasil mengumpulkan data-data apa saja yang berhasil dicuri. Data-data yang dicuri antara lain:

  • 1. FrostBite game engine source code dan debug tools
  • 2. FIFA 21 matchmaking server code
  • 3. FIFA 22 API keys and SDK & debug tools
  • 4. debug tools, SDK, and API keys
  • 5. proprietary EA games frameworks
  • 6. XBOX and SONY private SDK & API key
  • 7. XB PS and EA pfx and crt with key

Total potensi kerugian yang ditanggung oleh EA dihitung bisa mencapai 28 Juta Dollar Amerika, atau mencapai 400 Miliar Rupiah. Meski mengalami pembobolan, Juru bicara dari Pihak EA mengungkapkan bahwa insiden ini tidak berdampak besar terhadap perusahaan raksasa tersebut.

Electronic Arts merupakan sebuah perusahaan multinasional yang menghasilkan beragam macam produk multimedia. Didirikan oleh William M. ‘Trip’ Hawkins III (lahir 28 Desember 1953) pada tahun 1982. Perusahaan ini mempekerjakan 8.000 karyawannya pada tahun 2008. Bermarkas di Redwood City, California. EA sering dikritik karena sering melakukan aksekusi secara baik maupun tidak baik.

.

.

Tonton juga video “Harga Buruan Bajak Laut Generasi Terburuk Sebelum Dan Sesudah Timeskip”

.

.

** Sumber **

Like and Share

Tinggalkan Balasan