Kisah Tentara Jepang yang Bersembunyi di Filipina pada PDII akan Jadi Film

Teman-teman yang hobi membaca segala hal yang berhubungan dengan sejarah Jepang tentu tahu tentang perang yang terjadi Filipina beserta kejadian unik yang menyertainya kan? Ya, saat itu seorang tentara Jepang bersembunyi di dalam hutan Filipina selama 29 tahun setelah Perang Dunia II berakhir!

Nah, tahun ini, kisahnya diangkat ke dalam layar lebar dan akan ditayangkan di Cannes International Film Festival ke-74!

Sesuai dengan sejarahnya, film ini akan menceritakan tentang Hiroo Onoda, seorang Letnan Dua dari Tentara Kekaisaran Jepang yang ditugaskan ke pulau Lubang di Filipina untuk melawan sekutu.

Tampilan foto Onoda :

perang dunia ii filipina japanesestation.com
Hiroo Onoda (wikipedia.org)

Onoda menolak mempercayai bahwa perang berakhir hingga tahun 1974. Saat mantan komandannya mendarat di pulau itu untuk membebaskannya dari tugas secara resmi. Onoda pun meninggal pada tahun 2014 di umurnya yang ke-91 tahun.

Pihak Cannes International Film Festival mengumumkan pada Senin (14/6) lalu bahwa film berjudul “Onoda” ini terpilih untuk membuka sesi Un Certain Regard. Filmnya sendiri terbuat atas kerja sama antara Prancis, Jerman, Belgia, Italia, dan Jepang. Serta akan disutradarai oleh Arthur Harari, seorang filmmaker Prancis yang terkenal akan film-film bertema isu sosialnya. Banyak aktor Jepang, termasuk Yuya Endo dan Kanji Tsuda yang akan memerankan pemeran utama, bermain di film satu ini.

perang dunia ii filipina japanesestation.com
Arthur Harari, sutradara film Onoda. (Arte France Cinéma)

Menurut distributor film itu. Harari sangat bersemangat dan bangga dalam menggunakan actor berbahasa Jepang dalam filmnya serta membuat sebuah drama mendebarkan lewat semua penelitian dan kemampuannya sebagai seorang sutradara.

Para pemainnya :

Dalam sebuah surel yang saya terima sebelum proses shooting, Endo yang akan memerankan Onoda muda mengatakan. ‘Shooting kali ini akan menjadi sebuah pengalaman dan petualangan besar. Ayo kita berusaha menikmatinya hingga akhir!’ Petualangan besar itu berubah menjadi film ini dan otomatis menjadi bagian dari hidup saya,” ujar Harari.

perang dunia ii filipina japanesestation.com
Yuya Endo, pemeran Onoda muda (Arte France Cinéma)

Semenntara itu, Tsuda yang memerankan Onoda tua, menngatakan. “Ini adalah event besar dalam hidup saya di mana saya dapat berpartisipasi dalam sebuah karya yang disutradarai oleh seorang filmmaker muda Prancis yang terinspirasi dari kisah seorang tentara Jepang dan mengubahnya ke dalam bentuk film.”

perang dunia ii filipina japanesestation.com
Kanji Tsuda, pemeran Onoda tua (Arte France Cinéma)

Sesi Un Certain Regard didedikasikan bagi film-film inovatif terpilih. Sutradara ternama Jepang Kiyoshi Kurosawa memenangkan Jury Prize dalam kategori ini untuk filmnya, “Tokyo Sonata” pada 2008 dan Best Director untuk karyanya, “Kishibe no Tabi” (Journey to the Shore) pada 2015. Film “Fuchi ni Tatsu” (Harmonium) milik Koji Fukada juga memenangkan Jury Prize di sesi yang sama pada 2016. Selain itu, “An” (Sweet Bean) yang disutradarai oleh Naomi Kawase ditayangkan di festival yang sama pada 2015 untuk membuka sesi Un Certain Regard.

“Onoda” akan dirilis resmi pada 7 Juli mendatang di Cannes International Film Festival dan dijadwalkan untuk tayang pada musim gugur tahun ini di Jepang.

.

.

Tonton juga video “Bounty Shichibukai Sebelum dan Setelah Dibubarkan – Tentang Anime”

.

.

** Sumber = 12 **

Like and Share

Tinggalkan Balasan